Kepala Dinas Pendidikan Depok Ungkap 20 Persen Orang Tua Tidak Setuju Gelar PTM Terbatas

 

Ilustrasi, sumber foto: liputan6.com


Glx QQ - Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin, mengungkapkan masih ada 20 persen orang tua yang tidak setuju dengan pembatasan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah. Sedangkan menurut dia sebanyak 80 persen sudah setuju.


"Masih ada 20 persen orang tua yang belum menyetujui karena rasa kekhawatiran terhadap anaknya," kata Thamrin, Selasa (7/9/2021).


Ia menegaskan, persetujuan orang tua merupakan hal terpenting dalam pelaksanaan PTM terbatas, selain kesiapan sekolah. PTM terbatas di Depok rencananya akan dilaksanakan mulai awal Oktober 2021.


Sekolah hanya dua jam, orang tua diminta aktif mengawasi anak


Thamrin mengatakan pelaksanaan PTM terbatas ini akan dibagi dua, kelas pagi dan kelas siang. Ia juga meminta orang tua untuk aktif mengawasi anaknya selama PTM, misalnya jemput sekolah agar anak tidak bermain dengan teman di luar jam sekolah.


“Sekolahnya hanya dua jam, dan takutnya lebih dari dua jam orang tuanya tidak ngecek ke sekolah, anaknya main ke mana sama temennya. Makanya tuntutan ke orang tua juga lebih aktif lagi di situasi pandemi ini,” kata Thamrin.


Dinas Pendidikan Depok juga terus mengecek persiapan penerapan PTM terbatas di sekolah-sekolah. Indikator pembukaan sekolah antara lain kesepakatan dengan fasilitas kesehatan setempat seperti rumah sakit atau puskesmas, adanya satuan tugas COVID-19, guru telah divaksinasi, penyediaan masker cadangan, hingga ruang isolasi atau UKS jika ada siswa yang sakit.


“Saat ini kami sedang mengecek ulang kembali terkait kesiapan sekolah, mulai tim satgas hingga penyediaan desinfektan dan saat ini pengawas sekolah sedang turun langsung ke sekolah,” kata Thamrin.


Sebanyak 80 persen sekolah telah mengisi Dapodik


Thamrin mengungkapkan, sebanyak 80 persen sekolah di Kota Depok telah mengisi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terkait kesiapan pelaksanaan PTM. Meski begitu, Dinas Pendidikan Kota Depok tetap melakukan kunjungan langsung ke sekolah terkait kesiapan tersebut.


“Kita mau cek ulang lagi, kan bisa saja kalau di atas kertas mah pada pengin check list-nya bagus,” jelas Thamrin.


Dikatakannya, Dinas Pendidikan Depok melakukan pengecekan kesiapan sekolah mulai 4 September hingga 10 September. Nantinya, hasil pengecekan tersebut akan dievaluasi kesiapan penerapan PTM terbatas di sekolah.


“Kita tunggu sampai 10 September mendatang hasilnya, secara umum di atas 50 persen sekolah negeri dan swasta yang telah dicek ulang,” kata Thamrin.


Sekolah ditutup jika salah satu siswa terpapar Covid-19


Disdik Depok menekankan kepada sekolah untuk mempersiapkan sarana dan prasarana PTM, salah satunya adalah rasio wastafel satu banding 40. Namun rasio ini terlebih dahulu akan melihat lokasi sekolah dan kemampuan anggaran sekolah.


“Harapan kita saat anak masuk itu sudah ada ada tempat cuci tangan, begitu pun anak keluar kelas juga sudah disiapkan tempat cuci tangan minimal seperti itu,” kata Thamrin.


Thamrin menegaskan jika ada satu siswa yang diketahui terpapar COVID-19, sekolah akan ditutup dan PTM terbatas tidak diperbolehkan.


“Jadi kalau ada kasus kita lockdown sekolah itu, walaupun satu kelas yang kena,” ujarnya.


Ia menambahkan, jika ada siswa yang dilaporkan terpapar COVID-19, maka akan dilakukan tes antigen terhadap siswa dan guru yang bekerjasama dengan Puskesmas. Sampai saat ini Kota Depok sudah masuk PPKM Level 3, dan diharapkan Oktober turun ke level 2 sehingga bisa melakukan pembelajaran PTM.


"Tapi kalau nanti Oktober kondisi kita naik lagi ke (level) 4, ya otomatis batal lagi. Kan kita memperhatikan kondisi kabupaten dan kota di setiap daerah," kata Thamrin.

Post a Comment

0 Comments