Taliban Berharap Dapat Bangung Hubungan Baik dengan AS

 

Juru bicara kelompok Taliban, Zabihullah Mujahid. (Twitter.com/MSharif1990)


Glx QQ - Taliban berharap dapat membangun hubungan baik dengan Amerika Serikat, dan mengatakan pemerintahan baru hampir selesai. Pengumuman itu dibuat beberapa jam setelah pasukan AS terakhir meninggalkan Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan.


"Imarah Islam menginginkan hubungan yang baik dan diplomatik dengan Amerika," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid di Bandara Hamid Karzai, Selasa (31/8/2021), dikutip dari The Straits Times.


Para pemimpin Taliban dan beberapa warga menyambut baik kepergian pasukan Barat. Beberapa dari mereka melakukan prosesi di jalan-jalan dan beberapa dari mereka melepaskan tembakan seremonial ke langit.


Taliban sedang dalam proses merancang struktur dan model pemerintahan baru di Afghanistan


Menurut Dewan Pimpinan, Mujahid, Taliban telah mengadakan pertemuan tiga hari di bawah pemimpin spiritual tertinggi Haibatullah Akhundzada di Kandahar, kampung halaman kelompok Islam itu.


“Sejumlah keputusan telah diambil terkait perlindungan barang, infrastruktur perbendaharaan umum, perlakuan yang baik terhadap masyarakat, dan pemberian fasilitas kepada mereka,” kata Mujahid.


"Konsultasi diadakan tentang pembentukan pemerintahan dan kabinet Islam baru di negara ini," lanjutnya.


Krisis ekonomi adalah tantangan pertama Taliban


Terlepas dari euforia kepergian pasukan Barat yang dimaknai Taliban sebagai kemerdekaan atau kemenangan atas imperialisme, mereka harus mencari solusi untuk keluar dari krisis ekonomi akibat kebijakan sejumlah negara dan organisasi internasional yang memblokir akses ke bantuan atau keuangan.


Pada Selasa 31 Agustus 2021, situasi di Kabul kembali normal. Restoran dan apotek telah dibuka kembali. Kerumunan dilaporkan di pasar dan kemacetan lalu lintas memenuhi ibu kota. Pemandangan unik juga dihadirkan, yakni pasukan Taliban berpatroli dengan seragam taktis layaknya pasukan Barat.


Harga makanan pokok dan obat-obatan telah melonjak hingga 50 persen selama beberapa minggu terakhir, kata penduduk Kabul. Qasim Mohseni, seorang pedagang, meminta Taliban untuk mengendalikan harga makanan dan obat-obatan.


"Sejak Taliban datang, keamanan terlihat baik sejauh ini, tetapi kekhawatiran dan masalah terbesar bagi orang-orang adalah ekonomi dan kurangnya pekerjaan, harga pasar juga meningkat," kata Mohseni.


"Apa yang dilakukan AS atau pemerintahan Afghanistan? Itu adalah pemerintah yang korup, semua penguasa dan pemimpinnya dikorupsi oleh uang AS," tambahnya, menyambut kepemimpinan baru Afghanistan.


China mengharapkan masyarakat internasional untuk membantu Taliban


Meski ada yang mendukung, tak sedikit yang takut dengan Taliban meski sudah mengumumkan amnesti umum.


Seorang mantan pegawai pemerintah, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan dia telah bersembunyi selama dua minggu karena para militan mencarinya. Dia mengatakan gerilyawan Taliban telah mengunjungi rumahnya dan salah satu rekannya telah tewas.


Legitimasi komunitas internasional terhadap kepemimpinan Taliban sangat bergantung pada komitmen mereka terhadap janji-janjinya. Taliban telah menjanjikan banyak hal, mulai dari membangun pemerintahan yang inklusif dan moderat, menjamin hak-hak perempuan, memberikan amnesti umum, hingga memastikan Afghanistan tidak menjadi sarang teroris.


Salah satu sumber pendanaan potensial adalah China, yang pada Selasa 31 Agustus 2021 meminta dunia membantu Taliban.


"China berharap komunitas internasional harus meningkatkan kolaborasi dan menyediakan bantuan ekonomi, mata pencaharian, dan bantuan kemanusiaan, untuk membantu Afghanistan mencapai perdamaian dan rekonstruksi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin.

Post a Comment

0 Comments